Apa Itu Headroom dan Cara Mengaturnya : Kunci Sukses Mastering saat Rekaman

Pernah mendengar istilah Headroom ? Apa itu headroom ?. Kita akan membahas salah satu hal yang sangat penting dalam dunia rekaman, terutama untuk masuk ke bagian Mastering.

VU meter dapat digunakan di DAW yang biasanya terdapat pada bagian mixer atau plugin

Sebelum mengenal apa itu headroom, yuk kita bahas VU Meter !

Sebelum kita mulai membahas apa itu headroom, kita coba mulai dengan membahas istilah VU Meter. VU meter (Volume Unit) merupakan indikator yang merepresentasikan level sinyal yang diproses pada saat rekaman. VU meter sangat berguna untuk menyiapkan headroom selama rekaman. VU meter juga digunakan pada saat mastering supaya tidak menimbulkan peak dan menghasilkan mastering yang maksimal dari headroom yang telah disiapkan.

Apa yang perlu diperhatikan saat rekaman untuk menghasilkan headroom yang baik ?

Nah, yang perlu kita lakukan apa saja terkait headroom bisa kita mulai dengan mengamati VU meter pada mixer. Setelah kita memahami cara mengatur gain input pada artikel sebelumnya. Kita hanya perlu mengamati saat kita akan merekam. Ketika kita sedang merekam, misalkan merekam vokal. Perhatikan VU meter pada mixer channel yang dijadikan input pada saat merekam. Cermati dinamika sinyal suara yang masuk dan dimana titik dominan puncaknya mencapai level berapa dB. Seperti gambar dibawah ini menunjukan level dinamika tertinggi gain yang masuk dapat mencapai hampir -16 dB.

VU Meter pada mixer di DAW sebagai kontrol untuk gain yang masuk dan juga headroom

Pada level berapa headroom direkomendasikan ?

Kita dapat melihat pada gambar dibawah ini. Headroom yang direkomendasikan maksimal pada saat sebelum masuk tahap mastering adalah -6dB. Hal tersebut dilakukan karena menghindari terjadinya clipping dan terjadinya ditorsi sinyal yang diproses saat mastering.

Posisi -6fb untuk headroom

Lalu bagaiman cara kita melihat hasil headroom yang baik selain dari level VU meter ?

Untuk memaksimalkan hasil headroom yang didapat. Setelah hasil rekaman selesai dilakukan, kita dapat melihat waveform yang terbentuk dari input yang kita lakukan. Misalkan untuk vokal, kita amati waveform yang terbentuk apakah sudah stabil dan juga tidak terlihat sangat penuh sehingga headroom sangat sedikit. Sehingga akan menyebabkan pada saat proses mastering akan menimbulkan clippiing atau distorsi.

Banyak tidaknya headroom dapat dilihat melalui waveform yang terbentuk